KURMA DALAM SURAH AL-RA’D AYAT 4



KURMA DALAM SURAH AL-RA’D AYAT 4
1.    PEMBAHASAN
A.    Teks Ayat dan Terjemahan

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.( QS. al-Ra’d: 4).

B.     Tafsir al-Mufradat
Tafsir al-Mufradat dari ayat di atas menurut al-Maraghi[1]:
قطع: أي بقاع.
Qitha’un              : sebagian tanah
متجاورات: أي متقاربات
Mutajawirat         : berdekatan
جنات: أي بساتين
Jannat                  : kebun-kebun
صنوان: هى النخلات يجمعها أصل واحد وتتشعب فروعها واحدها صنو، وفى الحديث «عم الرجل صنو أبيه»
Shinwan               : bentuk jamak dari shinwun, yaitu pohon-pohon kurma yang bersatu dalam satu rumpun, kemudian bercabang-cabang. Di dalam hadis dikatakan:
عَمُّ الرَّجُلُ صِنْوُ أَبِيْهِ
                          “Paman seseorang adalah sama kedudukannya dengan bapaknya”.
والأكل: ما يؤكل والمراد به التمر والحب.
Al-Ukulu              : Sesuatu yang dimakan. Yang dimaksud di sini ialah buah kurma dan biji-bijian.

C.    Munasabah Ayat
Allah SWT berfirman pada ayat sebelumnya:
Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.( QS. al-Ra’d: 3).
Setelah lukisan pemandangan bumi secara  keseluruhan dan pemandangan langit seperti yang terdapat pada penjelasan ayat sebelumnya yang saling melengkapi bagi pemandangan alam yang besar ini. Kemudian goresan keindahan ciptaan terus berjalan di bumi dengan garis-garis parsial yang lebih halus dan lebih kecil daripada lukisan makro di atas, firman-Nya:[2]

Dan di bumi Ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.( QS. al-Ra’d: 4).

D.    Penafsiran Ayat
 “Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan...”.  
Di bumi terdapat bagian-bagian yang berbeda, yang berdekatan sifatnya antara yang satu dengan yang lainnya. Ibnu Abbas berkata: “Ada tanah yang baik, dan ada tanah bergaram yang dapat ditumbuhi, dan ada tanah yang dekat dengannya yang tidak dapat ditumbuhi.[3]
Benda-benda yang bermacam-macam. Sebab, kalau tidak begitu, niscaya tidak akan jelas bahwa semua itu merupakan bagian-bagian  yang karena ada kesamaan maka dia merupakan bagian. Diantaranya ada yang subur, ada yang gersang, ada yang gembur dan ada yang tandus, dan masing-masing mempunyai tingkatan-tingkatan sendiri, yang semuanya berdampingan di bumi. Semua ini menunjukkan kepada pihak Pembuat Yang Mutlak Yang tiada Tuhan melainkan Dia dan tiada Rabb melainkan Dia.[4]
Menurut al-Maraghi, di muka bumi terdapat belahan-belahan tanah yang saling berdekatan, meskipun berbeda-beda dengan adanya kelebihan pada masing-masing. Maka, mulai dari tanah yang bergaram, yang tidak dapat ditumbuhi oleh sesuatu pun, hingga tanah yang subur yang berdekatan dengannya dan dapat ditumbuhi oleh buah-buahan yang terbaik dan berbagai tumbuh-tumbuhan; dari tanah yang cocok untuk menanam padi dan palawija, tidak untuk menanam pepohonan, sampai tanah lain yang berdekatan dengannya yang hanya cocok untuk ditanami pepohonan, hingga tanah lain yang berdekatan dengan kedua macam tanah tersebut yang cocok untuk ditanami semua itu, diantaranya ialah tanah gembur yang berdekatan dengan tanah yang keras yang tidak bisa dihancurkan oleh beliung mauapun alat penghancur lainnya, seperti dinamit dan bom. Semua itu termasuk buatan Allah dan pengaturan-Nya yang agung terhadap mahkluk.[5]
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan dishahihkannya, dan di dho’if kan oleh al-Dzahabiy dan Ibn Murdawaih dari Jabir r.a, ia mendengar Nabi Saw bersabda: “Wahai ‘Aliy, manusia berasal dari pohon yang berbeda-beda, sedangkan aku dan engkau wahai ‘Aliy, berasal dari pohon yang sama. Lalu Nabi Saw membaca[6]:
 “Dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang”.
Hadis di atas adalah salah satu riwayat yang menerangkan makna ayat ini secara ‘isyari. Ulama berbeda pendapat dalam menilai hadis ini, sebagaimana mereka juga berbeda pendapat dalam menerima Tafsir ‘Isyari. Ulama yang menerima hadis ini kebanyakan berasal dari kalangan syiah. Sedangkan ulama yang tidak menerima penafsiran seperti ini berargumen bahwa hadis ini adalah hadis dho’if . Salah satu ulama yang tidak menerima penafsiran berdasarkan hadis di atas adalah al-Dzahabiy, sesuai dengan kriteria yang telah ia tetapkan dalam syarat-syarat penerimaan Tafsir  Isyari.
Kemudian kita dihadapkan pada pemandangan kontras yang berlawanan. Tetapi justru menunjukkan keindahannya dalam suatu hamparan antara petak-petak dan bagian-bagian tanah yang berdampingan tetapi berbeda-beda, pohon-pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, aneka rasa buah yang bermacam-macam, pohon-pohonan, kurma, anggur dan sebagainya.[7]
Di sini tergambar tiga macam tumbuhan, anggur yang merambat, kurma yang tinggi menjulang, dan tanaman-tanaman lain seperti sayur-mayur, bunga-bungaan. Terdapat pula berbagai macam tanaman berupa biji-bijian yang menjadi makanan pokok bagi manusia dan hewan.[8]
 “Pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang”, yakni dari batang yang satu melahirkan cabang-cabang.[9] Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dan Ibn Mundzir dan Ibn Abi Hatim, dari Ibnu Abbas tentang Shinwan, yaitu kumpulan pohon kurma yang berada dalam satu pohon, sedangkan Ghairu Shinwan adalah pohon kurma yang terpisah(tunggal).[10] Pada bagian-bagian yang berdampingan ini terdapat bermacam-macam tanaman, biji-bijian, pohon kurma dan buah kurma yang masak, diantaranya ada yang tumbuh dari pohon yang sama yang memiliki dua cabang atau lebih banyak, dan diantaranya ada yang berasal dari satu pohon saja(tidak bercabang).[11]

 “Disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagiannya atas sebagian yang lain dalam hal rasanya.”
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi yang dishahihkannya terdapat penjelasan mengenai ayat ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ: {وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأُكُلِ}.  قَالَ: الدَّقَلُ وَالفَارِسِيُّ وَالحُلْوُ وَالحَامِضُ.)رواه الترمذي).
Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw tentang firman Allah SWT. ("Kami lebihkan sebagian lanam-tanaman itu atas sebagian yang lain dalam hal rasa.") Beliau bersabda, "Kurma daqal (kwalitasnya jelek), kurma farisi (kwalitasnya bagus), buah manis dan buah masam. (H.R al-Tirmidzi).

Hadis di atas menjelaskan bahwa kelebihan yang diberikan pada sebagian tanaman atas sebagian yang lain itu adalah dalam hal rasa, sebagaimana kurma ada yang manis rasanya dan ada yang masam, begitu juga kualitasnya ada yang jelek dan ada yang bagus. Padahal, semuanya disirami oleh air yang sama, dari tanah yang sama, namun menghasilkan buah-buahan yang berbeda rasanya. Al-Thabariy berkata: tanah yang satu itu menghasilkan batang, buah-buahan (seperti buah pokat), anggur putih dan anggur hitam, sebagiannya manis dan sebagiannya lagi asam, dan sebagiannya lebih enak dari sebagian yang lain yang kesemuanya itu berasal dari air yang sama. [12]
Namun, terdapat perbedaan-perbedaan di antara semua yang dihasilkan oleh tanah itu. Yakni, perbedaan dalam jenis buah dan tanam-tanaman dalam hal bentuk, warna, dan rasa berpangkal kepada satu hal, yaitu air. Perbedaan yang banyak dan tidak terbatas itu mengandung ayat-ayat bagi orang-orang yang memahaminya.[13]  Pada hal-hal yang telah dijelaskan tersebut sungguh terdapat kekuasaan yang jelas bagi kaum yang menggunakan akalnya.[14]
¨bÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcqè=É)÷ètƒ
“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir...”.
Pemandangan-pemandangan bumi ini dilalui banyak orang. Maka, tidaklah seorang memperhatikan dan merenungkannya kecuali jiwanya akan kembali kepada fitrahnya yang hidup dan berhubungan dengan alam yang benda-benda itu merupakan bagian darinya, yang terpisah darinya untuk direnungkan dan dipikirkan tersendiri. Semuanya menampilkan pemandangan yang bervariasi, yang mengisi hamparan alam dan menggambarkan bentuk-bentuk tetumbuhan yang berbeda rasanya. Maka siapakah gerangan yang dapat melakukan semua ini selain Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur? Siapakah gerangan diantara kita yang tidak merasakan buah-buahan yang berbeda-beda rasanya dari sebuah area?[15]
Itulah lingkaran besar di ufuk alam yang luas membentang, yang terus menimbulkan kekaguman bagi kaum yang mau menilikkan pandangan. Tanda-tanda kebesaran Allah ini semuanya terbelenggu dalam pikiran mereka, seolah-olah hati mereka terikat dan tak dapat lepas untuk memikirkan dan merenungkannya.[16]
Dalam ayat ini terdapat tanda bagi orang yang mau memahami dan memikirkan, dan pada yang demikian itu terdapat keberpalingan orang-orang yang tak memiliki keinginan untuk memahaminya (orang yang malas).[17] Hal itu merupakan salah satu dalil terbesar yang menunjukkan kepada Yang Maha Melakukan Yang Maha Menciptakan Yang telah memvariasikan perkara-perkara itu dengan kekuasaan-Nya dan Dia menciptakan-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya.[18]

E.     Al-Mawa’izhah / Durus al-Mustafadhah
1.      Allah SWT  menciptakan berbagai macam tanah dan menjadikannya berdampingan, yaitu berdekatan letaknya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas, seperti perbedaan warna, bentuk dan sebagainya. Dapat juga dilakukan observasi menggunakan alat-alat tertentu untuk mendeteksi kandungan/ unsur-unsur dalam tanah.
2.      Di bumi terdapat berbagai macam tumbuhan dan yang paling utama di antaranya adalah kurma dan anggur. Setelah diteliti, kurma memilki kandungan gizi yang sempurna bagi tubuh manusia sehingga cukup untuk memenuhi nutrisi dalam tubuh serta banyak manfaat yang lainnya, sedangkan anggur memiliki rasa yang enak dan segar serta mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas serta dapat menurunkan kolesterol. Banyak lagi keutamaan lainnya yang dimiliki oleh kurma dan anggur.
3.      Pohon kurma memilki dua bentuk, yaitu ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang. Di antara yang paling banyak ditemukan adalah pohon kurma tunggal (tidak bercabang), sedangkan kurma yang bercabang sangat jarang ditemukan.  Menurut genetikanya, kurma memang memiliki kedua bentuk ini, namun sangat jarang ditemukan yang memiliki gen bercabang.
4.      Berbagai macam tanaman di muka bumi ini, sebagiannya lebih unggul dibanding tanaman yang lain, walaupun semuanya disiram dengan air yang sama. Hal ini dapat diketahui berdasarkan ilmu (geologi dan geofisika), bahwa di dalam tanah terdapat berbagai macam unsur-unsur organik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan hasil dari sebuah tanaman.

II.  KESIMPULAN

1.    Allah SWT menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di dalamnya sebagai dua hal yang saling melengkapi alam semesta
2.    Allah SWT menciptakan apa yang ada di bumi itu seluruhnya berdampingan dengan macamnya yang berbeda-beda, namun perbedaan itu tidaklah membawa ketidakseimbangan, namun sebaliknya dengan perbedaan itulah terjadinya keseimbangan di bumi.
3.    Di bumi itu terdapat berbagai macam jenis tanah yang berdampingan, yang dari tanah itu dihasilkan berbagai macam tanaman, pohon dan buah-buahan yang berbeda-beda rasanya, walaupun ia disirami oleh air yang sama
4.    Menurut ilmu sains, telah diketahui bahwa terdapat unsur-unsur organik di dalam tanah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan hasil (buah) dari suatu tanaman. Hal ini sesuai dengan QS. al-Ra’d ayat 4, bahwa dengan disirami oleh air yang sama, maka dapat dihasilkan buah-buahan dengan rasa yang berbeda-beda dan pohon yang bercabang atau tidak.
5.    Dengan semua kekuasaan Allah tersebut, sudah sepatutnyalah orang-orang yang berakal memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT di muka bumi.


DAFTAR KEPUSTAKAAN
Al-Qur’an al-Karim
Al-Maraghi, Ahmad Musthafa. Tafsir al-Maraghi, judul asli: Tafsir al-Maraghiy, penerjemah: Bahrun Abu Bakar dkk ,(Semarang: Toha Putra, 1998)
Al-Suyuthi, Jalal al-Din.  al-Dur al-Mantsur fi Tafsirin bi al-Ma’tsur, (Beirut: Dar al-Ihya’ al-Turats al-‘Arabiy, 2001)
‘Aliy al-Shabuniy , Muhammad. Shafwat al-Tafsir, (Dar al-Shabuniy)
Ibnu Katsir, Abu al-Fida Isma’il.  Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, judul asli: Taisiru al-‘Aliyy al-Qadir li al-Ikhtisari Tafsir Ibnu Katsir, (Jakarta: Gema Insani Press, 1999)
Quthb, Sayyid. Tafsir fi Zhilal al-Qur’an di bawah naungan al-Qur’an, judul asli: Fi Zhilal al-Qur’an, penerjemah: As’ad Yasin dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2000)

                                 





[1] Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, judul asli: Tafsir al-Maraghiy, penerjemah: Bahrun Abu Bakar ,  (Semarang: Toha Putra, 1998), h. 113
[2] Sayyid Quthb, Tafsir fi Zhilal al-Qur’an di bawah naungan al-Qur’an, judul asli: Fi Zhilal al-Qur’an, penerjemah: As’ad Yasin dkk, (Jakarta: Gema Insani Press, 2000) , h. 33

[3] Muhammad ‘Aliy al-Shabuniy, Shafwat al-Tafsir, (Dar al-Shabuniy), h. 74
[4] Ibnu Katsir, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, judul asli: Taisiru al-Aliyy al-Qadir li al-Ikhtisari Tafsir Ibnu Katsir, (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), h. 898
[5] Ahmad MusthafaAl-Maraghi, Op.Cit.,h. 113, 
[6] Jalal al-Din al-Suyuthi, al-Dur al-Mantsur fi Tafsirin bi al-Ma’tsur,(Beirut: Dar al-Ihya’ al-Turats al-‘Arabiy,2001), juz 4, h.537
[7] Sayyid Quthb, Op.Cit., h. 33
[8] Ahmad MusthafaAl-Maraghi, Op.Cit., h. 113
[9] Ibid.
[10] Jalal al-Din al-Suyuthi, Op.Cit.,h.536
[11] Muhammad ‘Aliy al-Shabuniy, Log.Cit.
[12] Ibid.
[13] Ibnu Katsir, Op.Cit.,h. 898
[14] Ahmad Mustahafa Al-Maraghi, Op.Cit., h. 114
[15] Sayyid Quthb, Op.Cit, h. 33
[16] Ibid, h. 33-34
[17] Muhammad ‘Aliy al-Shabuniy, Log.Cit.
[18] Ibnu Katsir, Op.Cit., h. 898-899

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahsin al-Kitabah

MAKALAH HADITS (PERSAUDARAAN SE-SAMA MUSLIM )

Makalah Pandangan Islam terhadap Masyarakat