Tahsin al-Kitabah A. Pengertian Tahsin al-Kitabah Secara bahasa, Tahsin al-Kitabah berasal dari dua kata, yaitu Tahsin dan al-Kitabah. Tahsin artinya adalah perbaikan, sedangkan al-Kitabah diartikan dengan menulis. Secara istilah, Tahsinul Kitabah adalah menulis huruf-huruf al-Qur’an (hijaiyyah) dengan memperhatikan kaidah-kaidah penulisan huruf yang baik dan benar. B. Dasar Mempelajari (Membaca dan Menulis) Huruf Hijaiyyah [1] Menulis huruf hijaiyyah termasuk salah satu proses awal mempelajari al-Qur’an. Di dalam al-Qur’an dan hadis ditemukan perintahkan untuk melaksanakan kegiatan membaca dan menulis al-Qur’an kepada umat Islam. Di antara ayat al-Qur’an yang dijadikan sebagai dasar, yaitu firman Allah SWT: (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul qudus. kamu dapat berbica...
"Rindu yang Cacat" Hati ini telah lama kosong dan hampa Dipenuhi hal lain hingga ingin meledak Namun, Kau yang tidak terlihat Buta karena dosa dan lalai Padahal hati telah meronta kerinduan mendalam Engkau Yang Menyuci jiwa yang penuh sesak Tak bernafas, tak melihat, tak mendengar Ia hidup bagaikan dalam kegelapan sunyi Tiada tawa dan kegembiraan tulus Semua hanya mencari agar terlihat Padahal Engkau Yang Maha Jelas Mengapa aku harus terlihat Mustahil menjadi terlihat padahal tidak ada Mustahil menjadi terdengar padahal nihil Mustahil menjadi cahaya padahal Kau tak bersama Lelah jiwa mencari Lelah jiwa mengarungi Dunia tanpa-Mu bagaikan lumpur hidup Yang merongrongi diri untuk tenggelam Tak bisa bernapas dan selalu ketakutan Lama ku berbohong Lama ku berpura-pura Ternyata aku menjauh selama ini Sungguh kemunafikan yang bodoh Nyatanya munafik membuatku ingin mati Ku ingin hidup, maka hidupilah aku Dengan sentuhan-Mu Dengan belaian-Mu Dengan dekapan-Mu Aku bisa merasa hangat...
MAKALAH HADITS (PERSAUDARAAN SE-SAMA MUSLIM ) 1. PERSAUDARAAN SESAMA MUSLIM (ADABUN NABI : 23 & 25 ) Hadits 23 a.Teks Hadits عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال :قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : اَلْمُسْلِمُ اَخُوَاْلُمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَ مْن كَا نَ فِيْ حَا جَةِ اَ خِيْهِ كاَ نَ الَلَهُ فِيْ حَا جَتِه ِ وَ مَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ وَ مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. (رواه البخا ري و مسلم ابو داود و انسائ و اترمذي ) b. Terjemahan Dari Abdullah bin ‘Umar r.a. berka t a, Rasulullah Saw bersabda, ‘Orang Muslim itu saudara orang M uslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya. Barangsiapa yang (mencukupi) kebutuhan saudaranya, maka Allah akan (mencukupkan) kebutuhannya pula, dan barangsiapa yang meringankan beban kesedihan s e orang Muslim , maka Allah akan meringankan beban kese...
Komentar
Posting Komentar