Kenapa She menjadi Syi'ah?
Ini merupakan dialog antara seorang wanita Sy'ah yang berdomisili di Indonesia bagian barat dengan seorang wanita Sunni, kritikus yang bersekolah di sebuah perguruan tinggi al-Qur'an di Indonesia.
Wanita Sunni : Assalamu'alaikum...
Wanita Syi'ah : Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh..
Sn : Pertama-tama, bolehkan saya bertanya tentang identitas anda?
Sy : Baik, silahkan...
Sn : Anda berasal dari mana dan apa kegiatan anda saat ini?
Sy : Saya berasal dari Sumatera Barat dan sekarang ini saya sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di sana.
Sn : Baik. Dari manakah anda mengenal Syiah?, padahal berdasarkan data persebaran Syi'ah, Sumatera Barat tidak termasuk daerah penyebaran Syiah.
Sy : Begini, jadi saya pertama kali mengenal Syiah itu dari ibu saya yang kebetulan memiliki background agama yang bisa dikatakan 'alim. Beliau dulu kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang.
Sy : Begini, jadi saya pertama kali mengenal Syiah itu dari ibu saya yang kebetulan memiliki background agama yang bisa dikatakan 'alim. Beliau dulu kuliah di IAIN Imam Bonjol Padang.
Sn : Apa yang dijelaskan oleh ibu anda tentang Syiah?
Sy : Ibu saya dulu meneliti tentang periwayatan hadis Syiah dan Sunni, ia membuat kesimpulan bahwa hadis-hadis keduanya dapat diterima dan dengan itulah ia yakin bahwa Syiah itu tidaklah sesat atau kafir sebagaimana yang tersebar di kalangan muslim Sunni.
Komentar
Posting Komentar